(Review) Siang Hari di Salon RumahQu, Kota Malang

Kali ini saya mau ngereview pelayanan di Salon Muslimah RumahQu, beralamat di Jl. Gajayana , persis sebelah Sardo. Awalnya informasi mengenai salon ini saya dapat dari internet, dan kebetulan lokasinya juga dekat dengan kampus saya. Tapi, saya jarang menemukan review dari pelanggan salon ini di blog-blog yang berseliweran di dunia maya sebagaimana banyaknya review mengenai produk kecantikan Hada Labo. Sehingga saya tidak bisa menebak kualitas pelayanan disini. Nah, langsusng saja ya... saya ke salon tersebut hanya buat potong rambut, tapi, karena gak ada pelayanan potong doang akhirnya saya pilih yang potong + hair tonic + vitamin.

Kesan awal masuk, udah gak enak. Sepi dan pegawainya gak tau lagi ngapain. Sekitar 3-4 menit kemudian, baru mbak pegawainya nongol dan meminta saya memilih paket pelayanan. Ruang perawatannya berantakan dengan segala macam peralatan. Selain berantakan, peralatan-peralatannya kelihatan seperti tidak dirawat. Ketika celingak-celinguk memerhatikan sekitar, kelihatan seorang pegawai sedang tidur pulas di salah satu kamar. Waduh, waduh, itu mbak pegawai memanfaatkan waktu kosong dengan baik ya,, (ngomongnya pake ekspresi wajah agak gimanaaa gitu..). Kemudian saya disuruh duduk di sebuah kursi yang dikhususkan untuk keramas sebelum rambut dipotong. Nah,, disini ketidak sreg-an saya pada salon ini semakin nambah. Selama dikeramas, jilbab saya tidak digantung atau dicantol gitu, tapi cuma bia dipegang karena memang tidak ada tempat buat naruh tu jilbab.

Mungkin sekitar 10-15 menit kemudian, rambut saya selesai dikeramas dan hasilnya wangiii... gak tau juga sich pake sampo apa ya. Selain dikeramas, kulit kepala saya juga dipijat untuk melancarkan aliran darah (ini sich saya baca di buku-buku kecantikan gitu, karena mbaknya juga gak bilang manfaat pemijatan kulit kepala itu apaan) . Biasanya setelah keramas kita-kita (kita..gue aja kali,,hehe) ngeringin rambut dengan menggulung rambut kita kencang-kencang dengan handuk, rasanya teknik ini juga dikenakan di sini. Walaupun saya gak bisa melihat dengan jelas apakah teknik yang digunakan sama, tapi feel yang saya rasakan jelas sekali sama. Rasa ketarik-tarik gitu.Padahal di artikel kecantikan yang pernah saya baca, teknik seperti ini tidak baik untuk kesehatan akar rambut.

Okelah, setelah keramas, saya diminta pindah tempat duduk di sebuah kursi yang ada meja riasnya. Si mbak pegawai pun memasangkan apa ya namanya,,lupa saya..pokoknya ya itulah,, biar potongan-potongan rambutnya gak nempel di baju. Lalu rambut saya disisir untuk memulai proses pemotongan rambut. ya, disini proses potong rambutnya dilakukan sewaktu rambut masih basah. Dan, lagi-lagi setau saya nie menurut buku-buku kecantikan yang saya baca, menyisir rambut ketika basah itu akan mematahkan rambut karena helaian rambut beserta akarnya masih lembut sehingga rambut menjadi lebih rapuh. Selain itu, untuk memotong rambut sebaiknya tidak dilakukan pada rambut yang masih basah. Kenapa? Karena hasilnya tidak akan sama jika rambut sudah kering nanti.

Selesai proses potong rambut, kulit kepala saya dipijat lagi serta di'tonikin', baru setelah itu dikeringin pake hairdryer. Selama proses pemotongan sampai pemberian vitamin di akhir, saya melihat-lihat majalah yang terletak di atas meja rias tersebut. Majalahnya sudah jadul, tahun 2012. Jadi malas mau baca artikel-artikelnya. Melihat ke sebelah meja, disana ada rak yang berisi sisir berbagai bentuk dan kebanyakannya dipenuhi dengan rambut. Helai-helai rambut juga terlihat di rak peralatan itu. Haduuh,,, beneran dech, salon ini kurang menjaga kebersihannya. Overall, penilaian saya terhadap pelayanan di salon ini adalah 6/10. Hasil potongan rambutnya tidak sesuai seperti yang saya minta, namun setelah diberi tonik dan vitamin, lumayanlaah,,,, rambut jadi lebih halus. Untuk kedepannya, salon ini tidak akan saya kunjungi lagi. Tapi, penilaian setiap orang kan relatif y, mungkin aja waktu saya ke sana, kebetulan aja keadaannya lagi begitu. Oya, biaya yang harus saya bayar adalah Rp 25,000,-. Terima kasih sudah membaca :). Dan satu lagi, disana area bebas pria, yaiyalah namanya juga salon muslimah.

Komentar

Postingan Populer