Tiba-tiba Jadi Guru..Mimpikah??





Maaf, sudah setahun lebih ini blog dibiarin berdebu. Sebenarnya banyak hal yang ingin ditulis. Banyak juga pengalaman yang ingin dibagikan. Tapi, rasa malas benar-benar menguasai waktu dan akhirnya bisa mulai menulis kembali. Semoga tidak macet lagi, dan ini dia permulaan episode baru kehidupanku setelah selesai kuliah S1 dan kembali ke kota Medan. Check it out..


Seumur-umur, tidak pernah sekalipun terlintas di dalam pikiran bahwa suatu hari aku akan menjadi seorang guru. Bukan karena guru itu pekerjaan umum, bukan. Tetapi, entah mengapa yang namanya mengajar itu rasanya sulit sekali. Entah bagaimana caranya membuat seseorang mengerti , paham dengan apa yang aku jelaskan. Oleh karena itu, aku berkata dalam hati, jika nanti aku ternyata menjadi seorang pengajar, cukuplah aku mengajar mahasiswa atau mengajar Al-Quran, karena aku juga ingin termasuk golongan yang disebut "Sebaik-baik dari kalian adalah orang yang belajar Al-Quran dan mengajarkannya".

Setelah hampir setahun selesai kuliah, dan sempat bekerja di sebuah kantor yang bekerjasama dengan pihak leasing, aku akhirnya di"bawa" oleh Allah ke sebuah tempat bernama YP Jabal Rahmah Mulia. Sebuah tempat di mana aku belajar begitu banyak hal. Salah satunya, aku belajar bahwa jangan pernah kita membenci sesuatu tanpa kenal terlebih dulu. Belajar mencintai anak-anak karena dulunya aku tidak terlalu suka menghadapi anak-anak walaupun aku juga masih anak-anak saat itu, bawaan anak bungsu kali ya.hehe... Belajar berbicara banyak kepada orang yang tidak aku kenal dekat, iya aku memang seorang pendiam, dan ternyata hal itu bisa dirubah.Lalu, belajar menjawab pertanyaan anak dengan menggunakan pola pikir mereka, karena salah satu hal yang paling membuat aku dulunya tidak suka anak-anak adalah sifat ingin tahu nya mereka. Terkadang ketika sedang mengutak-atik sesuatu di depan laptop, tiba-tiba ada anak yang datang dan bertanya itu ini. It was really disturbing me. Really, really, really ! Bahkan, sampai saat ini menghadapi bayi pun aku masih kaku. Ternyata semua anggapan dan perasaanku itu salah. Ternyata aku bisa menyukai anak-anak. Ternyata aku mau meladeni berbagai pertanyaan mereka ya walaupun aku selalu kurang sabar ketika menjawabnya lalu dengan ketus, bilang "Soalan itu penting nggak sich ". Namun, melihat wajah si anak yang bertanya, aku jadi sedih and realize something ya,, they still a children. Kemudian, pada akhirnya aku selalu jatuh cinta, jatuh dan jatuh hati lagi pada mereka dengan segala kekurangan dan kelebihan mereka. Hingga aku menyadari , entah benar atau tidak, aku banyak berubah. Semoga perubahannya menuju pribadi yang lebih baik. Amiiieeen...

Lalu, bagaimana rasanya menjadi pengajar dan menghadapi anak-anak ? Bukan hanya dua atau tiga orang, tetapi lebih dari 20 orang anak. Just wait and see ....

Komentar

Postingan Populer