My First Day In Jabal Rahmah Mulia






Sore itu, aku masih duduk di depan layar komputer menyelesaikan laporan keuangan bulanan perusahaan. Tiba-tiba ponselku berdering, tanda ada panggilan masuk. Sebuah nomor tak dikenal tertera di layar.

"Halo,,.." langsung ku jawab khawatir panggilan dari klien perusahaan.
"Assalamualaikum,,,, " kedengaran suara wanita memberi salam.

Sore itu adalah permulaan segala kisah kasih di sebuah gedung warna abu-abu milik SD Plus Jabal Rahmah Mulia.

***

Jam sudah menunjukkan pukul 6.30 pagi, sedang aku harus tiba di sekolah paling lewat jam 07.00 pagi. Di luar hujan sedang turun dari langit setelah sebelumnya naik dari bumi. Aku masih berdebat dengan perasaan takut berhadapan dengan anak-anak. Takut tidak sabar melayani tingkah mereka. Sejujurnya, aku tidak pernah suka dengan rasa ingin tahu anak-anak. Bagiku, hal itu sangat mengganggu. Mungkin saja bawaan anak paling kecil di keluarga. Pagi itu, hampir saja aku menimbulkan kemarahan besar dari Ummi dengan membuat kesimpulan tidak mau pergi ke sekolah. Alasannya, cuma satu : TAKUT. Setelah kembali "sadar" dengan bantuan repetan panjang dari Ummi, aku diantar abang ke SD Plus Jabal Rahmah Mulia. Pastinya aku terlambat sampai. Tetapi, bapak kepala sekolah kami yang paling anti dengan kata TELAT, masih memaklumi karena hari pertama, hujan pula.


Aku berjalan cepat menuju ke kelas 2 Abu Bakar yang terletak di lantai dua sembari melirik jam di tangan. Sudah pukul 08.00 pagi. Kemudian, sebelum melangkah masuk ke dalam, aku menarik napas panjang berharap semoga hari pertama ini lancar. Belum apa-apa, aku sudah grogi melihat anak-anak yang jumlahnya 27 orang itu menumpukan perhatian mereka kepadaku. Ya, walaupun ada seorang lagi guru lain di situ, Ummi Aisah yang selanjutnya lebih sering ku panggil Kak Aisyah, dengan "sy" bukan "s". Kak Aisyah segera memperkenalkanku sebagai guru tahfiz baru kepada anak-anak lalu ku ambil alih berbicara di depan, berkenalan kepada mereka dengan berbahasa Inggris. Aku biasanya adalah seorang yang dingin dan cuek, harus berubah menjadi ceria. Baiklah, untuk hanya sekedar perkenalan, aku masih mampu. Aku tidak banyak membuat gimik khas anak-anak seperti lagu dan sebagainya. Karena memang seumur hidup, inilah kali pertama aku benar-benar berdiri di depan anak-anak sebanyak itu dan harus menarik perhatian mereka. Alhamdulillah, Kak Aisyah sangat membantu. Apalagi, hari itu mereka pulang cepat. Eittts, Niza belum boleh lega dulu, masih ada hari esok. Yang penting, Niza harus terus belajar, begitu pesan Kak Aisyah.



Hari-hari berikutnya, memang menjadi tantangan berat. Sebagian besar anak-anak 2 Abu Bakar adalah tipe anak pintar yang aktif dan mudah bosan. Bayangkan saja, aku yang tidak punya pengalaman menjadi guru sedikitpun harus menghadapi mereka. Pelajaran yang menjadi tanggungjawabku adalah pelajaran Tahfiz. Sederhananya, Tahfiz adalah menghafal Quran. Kita sebagai pendidik bertanggungjawab atas bertambahnya hafalan mereka juga kelancaran hafalannya. Menurutku, Tahfiz untuk anak-anak adalah sebuah pelajaran yang bisa membosankan jika tidak dikemas dengan metode pengajaran yang menarik. Agar anak-anak mau dan rajin untuk muroja'ah serta menghafal, maka materi Tahfiz yang sebenarnya mudah harus diajarkan sambil bermain game, diselipin cerita-cerita motivasi dan berbagai inovasi lainnya. Hampir sebulan , Kak Aisyah masih sangat lelah menjadi pengendali keriuhan anak-anak di kelas. Aku sambil terus belajar dari guru - guru lain juga melihat-lihat video di You Tube.

Alhamdulillah, sedikit demi sedikit, kata Kak Aisyah aku sudah mengalami perkembangan, walaupun pastinya masih sangat banyaaaaak sekali yang harus aku pelajari.

***


Cerita di atas ketika saya pertama kali mengajar pada Juli 2016. Insyaallah, akan bersambung di cerita-cerita berikutnya. Juga, pengalaman menjadi asisten dua tahun lalu juga sangat berbeda dengan rasanya menjadi wali kelas seperti sekarang ini (Juli 2018). Semoga saya selalu punya waktu dan kerajinan untuk postingan berikutnya. Thanks for reading and Assalamualaikum, wr, wb..... See ya











Komentar

Postingan Populer