Kalau Sayang, Maka Tunjukkan !!


Tepat 1 Februari kemarin, adalah ulang tahun abang tertua saya (emang punya abang berapa??haha). Sayangnya, saya cuma mengucapkan selamat via akun facebook sekitar jam 6-7 am. Gara-gara itu juga, akhirnya saya menuliskan ini sebagai bentuk penyesalan. Saya, secara keseluruhan bersifat cuek. Sedikit sekali sisi discuek saya. Itupun hanya terlihat oleh orang-orang tertentu di saat yang tertentu pula. Rata-rata teman dan kenalan mengatakan sisi lemah saya yang paling kentara itu,, ya cuek. Lebih buruknya lagi, bahkan dengan keluarga sendiri pun kadang saya tetap TERLIHAT cuek.

Kecuekan itu tidak saya sukai. Saya pernah berlagak ceria, sebaliknya teman-teman mengganggap saya aneh. "Si Niza kenapa nich hari ini?", nah lho? Tapi, itu karena saya sendiri overacting cerianya. Padahal, biasanya imej saya itu imej wanita misterius nan kejam yang psikopat (serem bangeeet,,,). Sejak saya sadar dengan kelemahan tersebut, saya berniat untuk mengubah, paling tidak mengurangi. Namun, pada kenyataannya mengubah sifat yang sudah lama mengakar itu sulit sekali.

Semua perilaku cuek saya itu tidak saya sadari. Misal, kalo balas sms yang udah panjang-panjang banget, tapi pertanyaannya cuma butuh satu jawaban, baik atau tidak. Saya akanreply " ya,," atau "gak,,". Lebih sadisnya, kadang saya jawab "y" tanpa titik-titik di belakangnya atau "g" doank. Jika saya sadar, maka akan saya tambahi embel2 sedikit belakangnya, ntah pertanyaan balik atau emoji " :) " , itupun karena saya ikut-ikutan seorang teman yang hampir setiap smsnya ada emoji. Entah " :) ", " :p ", " :'( " atau ";)" . Ketika teman saya itu sebut saja si R mengirimi sms, saya senang. Sampai-sampai saya bertanya,

"Kamu kalo sms pake tanda " :) "  terus ya? atau sama orang-orang tertentu aja? "
" Kayaknya sich hampir semuanya niz,, :) "
"Owh,,,," 

Karena itu, akhirnya saya ikutan menyelipkan emoji di sms saya, itupun kalau ingat dan lagimood. 

Untuk urusan ulang tahun, kadang saya sengaja nelat-nelatin ngucapin selamat entah sama teman dekat, keluarga dekat jauh, atau sama abang dan kakak yang ketemu gede'. Alasannya : biar gak bareng sama orang lain. Niatnya sich, biar beda dari yang lain. Tapi, pemahaman orang atas perilaku kita tidak selalu sama dengan niat kita. Saya pernah melakukannya sekali, dan hasilnya tidak mengesankan blas.  Lalu saya pun kecewa. 

Kali ini, saya tidak telat mengucapkan selamat. Tapi, hanya via facebook. Pikir saya, karena udah gede, mungkin bisa faham. Padahal, saya juga November kemarin agak sedikit kecewa ketika salah seorang orang-orang terdekat dalam hidup saya telat ngucapin selamat ultah ke saya. Sama halnya dengan abang saya, karena saya adik bungsunya, dari kecil memang jarang ketemu, bahkan dulu saya sempat kikuk karena sangkin jarangnya ketemu, tapi kami tetap sedarah. Hubungan yang takkan bisa terhapus oleh apapun. Walaupun dulu kikuk, agak canggung, tapi sekarang tidak lagi. Jadi, kenapa saya hanya ngucapin lewat facebook? Kata abang saya " macam orang lain aja" . Itu semua murni kesalahan saya, tanpa ada udang di balik bakwan. Waktu kakak kedua saya menyampaikan kekecewaan abang saya itu, saya sedang sibuk dengan urusan laundry (Kalo pulang saya jadi pembantu rumah tangga bantu2 ibu dan kakak saya yang profesinya ibu rumah tangga,,hehe). Sebaik saja kakak saya masuk ke dalam setelah memberi makan kucing, air mata saya mengalir bak Sungai Ciliwung di depan mesin cuci. Batin saya mengucapkan " Abang,,maafin ija....". Saat itu juga saya berniat menuliskan ini sebagai ganti ucapan ultah non-sms plus penyesalan dari dalam diri. Gara-gara ini juga, saya bertekad, jika tulisan ini belum rampung, maka saya belum boleh minta tolong apapun dari abang. 

Dari pengalaman saya ini, saya mengambil sedikit hikmah. Jika ada orang yang kamu sayangi, lebih-lebih lagi keluarga sedarah. Maka, tunjukkanlah. Walaupun, sudah sedewasa apapun kalian. Walaupun, kalian yakin dia pasti mengetahui kalau kalian menyayanginya tanpa diucapkan lewat kata. 



N/B : Ini adalah kejadian beberapa tahun yang lalu

Komentar

Postingan Populer