Memberi Untuk Sebuah Rasa Bahagia

Hadis Tentang Berbagi


Kalau tiba-tiba ada yang ngasih hadiah sama kamu, kamu senang nggak? Senang pastinya walaupun belum tau hadiahnya apa.
Kalau kamu memberi hadiah kepada seseorang, lalu ternyata seseorang tersebut menolak hadiahmu, kamu senang atau sedih ??

***

Jadi, ceritanya beberapa hari yang lalu saya membuat peraturan baru di kelas yang saya ajar di SD Plus Jabal Rahmah Mulia. Tepatnya kelas 5 Abu Bakar. Peraturan barunya adalah setiap minggu bakal ada hari yang disebut dengan "Collecting Point Day". Pada hari tersebut, yaitu setiap hari Rabu (setelah disepakati bersama anak-anak),point yang didapat oleh anak-anak akan dilipatgandakan. Sehingga yang biasanya memperoleh satu Big Point aja selama seminggu susah, karena peraturan baru ini, hanya butuh waktu sehari, anak-anak bisa memperoleh sampai lebih dari dua Big Point. Satu Big Point sama dengan 10 Small Point. Setiap bulan, anak yang mengumpulkan Big Point terbanyak akan mendapatkan hadiah. Hadiahnya bervariasi tergantung kondisi keuangan dan mood wali kelasnya (saya sendiri).

Di antara semua anak, ada satu orang yang berkomentar.

"Umi, umi nggak rugi sering kasi-kasi kami hadiah, bawain makanan"
"Nggaklah,, umi nggak rugi koq" jawab saya sambil tersenyum.

Lalu, pada malam itu saya tiba-tiba terpikir kembali dengan pertanyaan si anak. Iya, kenapa ya padahal anak-anak nggak sering-sering banget bawain saya makanan, atau kasi hadiah kayak wali kelas yang lain. Tapi, saya gak pernah merasa saya harus menerima imbalan atas semua yang beri kepada anak-anak. Apalagi, ini sudah tahun kedua saya menjadi wali kelas mereka, dan mereka juga tak lupa untuk membuat saya bahagia dengan membelikan kue dan membawa makanan dari rumah ketika hari ulang tahun saya sejak 2017 yang lalu. Selalu menyiapkan berbagai kejutan yang sederhana tapi berkesan di hati. Sesungguhnya bukankah mereka sangat bahagia mempersiapkan itu semua sampai-sampai minta bantuan dari guru-guru lain untuk bekerjasama. Perasaan bahagia mereka didapat dari memberikan kejutan ulang tahun buat saya, ibu mereka jika di sekolah.

Keesokan harinya saya sengaja meluangkan waktu untuk menjelaskan bahwa selain menerima, memberi sesuatu juga membuat kita bahagia. Saya katakan kepada mereka,

"Jawaban untuk pertanyaan kemarin dari si A baru bisa umi jawab setelah umi pikirkan semalaman. Umi tidak pernah merasa rugi selalu meberikan kalian hadiah, makanan walaupun kadang cuma sebuah permen karena dengan memberi Umi merasa bahagia, apalagi ketika kalian menerima apa yang umi beri dengan ekspresi yang antusias padahal cuma permen KISS dengan tulisan CONGRATULATION. Kan kalian juga sama. KAlian seneng kan waktu menyiapkan kue ulang tahun, bawain makanan buat umi pas umi ulang tahun padahal umi gak pernah ngerayain ultah kalian"

"Iya ya mi, dari dua minggu sebelum umi ulang tahun, udah kami siapkan mi, kami kumpul uang, buat-buat yang itu"
sambil menunjuk salah satu dekorasi sangat sederhana yang mereka lekatkan di dinding.

Pada kesempatan itu juga saya mengingatkan anak-anak supaya tidak lagi meminta-minta makanan tapi berusahalah memberi dengan menawarkan duluan. Ternyata ada yang protes,

"tapi umi si anu juga suka minta punya saya".
"Kamu juga minta punya saya."

Nah, sebenarnya tidak ada yang suka diminta-minta seperti itu. Makanya, kita dululah yang memberi supaya tidak ada yang meminta. Bukankah sebuah hadis mengatakan tangan di atas lebih baik dari tangan yang di bawah.

Komentar

Posting Komentar

Komen dong ..

Postingan Populer