Tentang Hidup Yang Sederhana



Hidup ini sederhana. Sungguh. Ada TUHAN yang mengatur semuanya. Tuhan kita Allah adalah pemilik segalanya. Seluruh isi dunia, mencakup alam, hewan dan manusia. Kita ini sebagai manusia hanyalah sebagai pemain peran sesuai panggung yang sudah Allah atur.

Jika panggungmu, pemerannya adalah alam dan manusia, sebagai manusia apa yang sebaiknya engkau lakukan. Maka lakukan. Manusia seharusnya melestarikan serta memanfaatkan alam dengan baik. Bukan mengotori, mengeksploitasi kemudian dibiarkan saja tanpa diperbaiki. Padahal, alam tak butuh bantuanmu untuk meregenerasi dirinya jika dari awal kau jaga mereka. Allah sudah mengajari alam bagaimana cara mereka hidup. Tetapi, manusia selalu memilih untuk bermain peran antagonis kepada alam. Lalu, apa yang terjadi ? Lihatlah.. alam mulai marah dan semakin marah pada manusia. Alam mulai hilang kesabaran dan bumi pun tak indah lagi. Padahal, jika engkau, manusia memilih peran protagonis, alam tak akan marah. Dunia aman.

Jika panggungmu, pemerannya adalah manusia dan hewan. Maka lakukan. Sesungguhnya peran manusia bukanlah menyakiti, membunuh dan menghabisi habis para hewan. Manusia adalah hewan yang berakal. Perbedaan yang paling besar dan jelas diantara manusia dan hewan terletak pada akal. Jika engkau pun tak berakal, tak melakukan peranmu sebagi manusia, maka engkaulah yang harusnya dihabisi. Karena manusia yang menjadi hewan itu sangat berbahaya. Kalau engkau baik kepada hewan, hewan tidak akan berlaku jahat kepadamu. Biarkan hewan hidup dengan caranya di habitatnya. Sudah ada Allah yang menciptakan mereka dengan segala kekhususan mereka. Jangan kau ganggu. Lalu, hewan pun tak kan marah. Dunia aman.

Jika panggungmu, pemerannya adalah engkau dan manusia lainnya. Maka lakukan dengan sangat baik dan hati-hati. Panggung hidup yang pemerannya adalah manusia dan manusia itu jika salah memainkan peran, dampaknya sangat besar. Bukan manusia saja yang hancur, seluruh dunia ini binasa. Bukan alam atau hewan yang marah, tetapi Allah. Allah Sang Maha Pemilik Segalanya akan murka dan meluluhlantakkan ciptaannya, karena ulah manusia. Ada laki-laki tetapi memilih memainkan peran perempuan, begitupun sebaliknya.

Ada orang tua, tak mempelajari perannya lalu bertingkah seolah tak punya anak. Mungkin juga melupakan dengan sengaja. Tak pernah ia perankan oarang tua yang bertanggungjawab memberikan contoh pada anaknya, bagaimana agar perannya sukses, dan penonton bahagia. Ada pula anak yang tak menyadari apa yang harusnya ia lakukan ketika bermain peran sebagai anak. Malah dengan senang hati berperan sebagai anak durhaka, tak pernah membahagiakan orang tua. Ada pula suami, istri, kakak, adik, guru, murid, pegawai, karyawan, dokter, para pejabat, pengusaha, ahli politik,presiden, sampai ualama' yang entah tidak tau bagaimana seharusnya ia berperan atau dengan penuh kesadaran memilih untuk berperan sebagai pengikut setan. Bukankah sudah Allah sebutkan di dalam Al-Quran, bapak kita, bapak seluruh manusia , Adam pun Dia turunkan dari Surga ke Bumi karena sekali melakukan kesalahan, tanpa sengaja tergoda dengan omongan setan dengan campur tangan ibu kita, Hawa. Apatah lagi kita, manusia biasa yang hidupnya di Bumi, mencoba meraih ridho Allah agar ditempatkan di Surga, berkali-kali, setiap hari, setiap saat baik secara sadar atau tak sadar selalu mengikuti perintah setan. Tetapi Allah masih sayang dengan hambaNya. Hanya teguran yang dikirimkannya.

Maka, oleh karena itu, ayo sama-sama kita sebagai manusia, pelajari dan lakukan peran kita masing-masing sesuai panggung dan skenario yang Allah atur.Niscaya kita akan bahagia dan Allah menghidupkan kita kembali bersama manusia-manusia istimewa pilihanNya di Surga yang kekal. Amiiiiin.

Dan ingat, peran paling utama manusia adalah, peranmu sebagai hamba kepada Tuhanmu. Tujuan Allah menciptakan manusia adalah untuk beribadah kepadaNya selama engkau hidup di dunia. Jika peranMu kepada TuhanMu, kau mainkan dengan baik, Insyaallah engkau adalah pemeran terbaik di dalam setiap panggung manapun.

Hidup itu sederhana sekali bukan? Lakukan peranmu dan kau bahagia, dunia sampai akhirat.

.......................

-Foto diambil dari sumber lain, bukan koleksi pribadi penulis-

Komentar

Postingan Populer